TEMBAKAU
Tembakau dikenal di Indonesia sejak abad ke-17 melalui bangsa Eropa dan kini Indonesia menjadi salah satu penghasil tembakau berkualitas terbaik dunia. Terdapat lebih dari 100 varietas tembakau yang ditanam di berbagai daerah, dengan cita rasa dan kadar nikotin dipengaruhi oleh kondisi alam dan cara bercocok tanam.
Tembakau ditanam sekitar April, dipanen enam bulan kemudian, lalu dikeringkan, disortir, dan diolah atau disimpan di pabrik sesuai kebutuhan pembuatan kretek.
CENGKEH
Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia yang bagian bunganya dimanfaatkan dan dahulu hanya tumbuh di Maluku, sehingga bernilai tinggi dan diperebutkan bangsa-bangsa Eropa. Perdagangan cengkeh turut membentuk sejarah Indonesia.
Hingga kini Indonesia menjadi produsen cengkeh terbesar dunia, dengan sekitar 95% hasilnya digunakan untuk industri kretek. Cengkeh dipanen setelah sekitar lima tahun, lalu dipetik, dikeringkan, dan diolah sebelum dicampur dengan tembakau.
SAUS RAHASIA
Komponen terakhir dalam pembuatan kretek adalah saus, yang terbuat dari beraneka rempah dan ekstrak buah-buahan untuk menciptakan aroma serta cita rasa tertentu. Selain komposisi campuran tembakau dan cengkeh, saus inilah yang menjadi pembeda antara setiap merek dan varian kretek.
Sumber: disadur dari Hanusz, Mark. Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes, Singapore: Equinox Publishing (Asia) Pte. Ltd. (2000)